Rabu, 07 Maret 2012

Proses Transaksi Bank


Nama  : Dani Hamdani
NPM   : 16209229
Kelas   : 3EA08
Proses Transaksi Bank
Seperti yang telah kita ketahui bahwa secara umum bank memilik fungsi sebagai penghimpun dana masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk berbagai tujuan atau sebagai financial intermediary. Lembaga keuangan bank maupun nonbank mempunyai peran penting bagi aktivitas perekenomian di Indonesia maupun di dunia.
Bank dan lembaga keuangan bukan bank mempunyai peran yang penting dalam system keuangan, yaitu:
Pengalihan asset (assettransmutation)
Bank dan lembaga keungan bukan bank akan memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan dana dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati.
Transaksi
Bank dan lembaga keuangan bukan bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi barang dan jasa.
Likuiditas
Unit surplus menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito dan sebagainya.
Efisiensi
bank dan lembaga keuangan bukan bank dapat menurunkan biaya transaksi dengan jangkauan pelayanan.
Intermediasi dan Pengawasan
Hal ini berarti lembaga keuangan memungkinkan adanya aliran dana dari pemberi pinjaman atau deposan atau unit surplus kepada peminjam .
Proses Transaksi Bank dan Lembaga keuangan Bukan Bank
Semua berawal dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan tetapi dengan kemampuan atau sumber daya terbatas. Dalam hal ini terdapat dua sisi yaitu Unit Kredit dan Unit deposit.  Unit kreditt merupakan pihak yang sedang memerlukan uang sedangkan unit deposit adalah pihak atau orang yang mempunyai uang atau modal. Pihak surplus tentu ingin uangnya aman dan mendapat bunga jika ditabung dan pihak kredit juga membutuhkan uang untuk melakukan kegiatan ekonominya. Oleh karena itu dibutuhkan Bank untuk menyelesaikan masalah ini.
Seperti kita ketahui bahwa fungsi bank yaitu menghimpun dana dari masyarakat, misalnya pihak deposit menyimpan uangnya di Bank, pihak deposit tentu ingin uangnya aman jika disimpan di bank dan ingin mendapatkan bunga. Dipihak lain unit kredit membutuhkan pinjaman uang lalu pihak kredit meminjam uang ke bank dengan ketentuan yang telah disepakati misalnya bunga dan lain-lain.
Pihak kredit tidak tahu-menahu jika uang yang dberikan oleh bank adalah uang dari pihak deposit begitu juga pihak deposit tidak tahu-menahu jika uangnya dipinjam oleh pihak kredit. Dalam hal ini bank yang mempunyai tanggung jawab penuh atas uang yang diterima dan yang dipinjamkan. Pihak deposit juga ingin menginvestasikan uangnya, ada dua macam tipe investasi yaitu direct investment dan indirect investment. Dalam hal ini tentu bank tidak ingin menanggung resiko ini semuanya lalu bank bekerjasama dengan pihak asuransi  untuk menanggungnya. Jika bank mengalami kerugian maka pihak  asuransi  juga akan ikut menanggungnya maka ada yang namanya premi asuransi yang harus dibayar secara periodic oleh pihak bank. Lalu pihak asuransi pertama juga bekerja sama dengan pihak asuransi yang kedua untuk menangung apabila mengalami kerugian oleh pihak bank dan asuransi pertama, istilah ini sering disebut reasuransi.
Pihak asuransi kedua pun menggaet pihak lain yaitu pihak asuransi ketiga untuk membantu menanggung apabila ada kerugian yang dialami, pihak ketiga asuransi ini disebut retrosessi. Selain adanya direct investment atau investasi langsung ada juga indirect investment atau investasi tidak langsung contoh indirect investment  yaitu Capital Market, capital market atau pasar modal adalah adalah pasar yang menjual saham (stock), obligasi dan surat berharga lainya.
Bank tidak hanya mendapatkan deviden dari bunga yang dikenakan nasabah, akan tetapi bank juga menarik nasabah melalui perusahaan leasing. Perusahaan leasing  juga tidak ingin mengambil resiko sendiri jika ada kejadian yang tidak diinginkan atau kerugian oleh karena itu perusahaan leasing juga bekerjasama dengan perusahaan asuransi kemabali untuk menanggung beban bersama dengan membayar premi asuransi secara periodic.
Pada intinya Bank memiliki peranan yang sangat sentral dalam kegiatan ekonomi di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar